Sabtu, 12 Januari 2013
Curhat
Sepenggalah Ibu...
Aku lahir dari perut ibu.........
Bila dahaga, yang susukan aku......... ibu
Bila lapar, yang menyuapi aku......... ibu
Bila sendirian, yang selalu di sampingku......... ibu
Kata ibu, perkataan pertama yang aku sebut......... Ibu
Bila bangun tidur, aku cari......... ibu
Bila nangis, orang pertama yang datang......... ibu
Bila ingin bermanja, aku dekati......... ibu
Bila ingin bersandar, aku duduk sebelah......... ibu
Bila sedih, yang dapat menghiburku hanya......... ibu
Bila nakal, yang memarahi aku......... ibu
Bila merajuk, yang membujukku cuma......... ibu
Bila melakukan kesalahan, yang paling cepat marah......... ibu
Bila takut, yang menenangkan aku......... ibu
Bila ingin peluk, yang aku suka peluk......... ibu
Aku selalu teringatkan......... ibu
Bila sedih, aku mesti telepon......... ibu
Bila senang, orang pertama aku ingin beritahu......... ibu
Bila marah.. aku suka meluahkannya pada......... ibu
Bila takut, aku selalu panggil......... "ibuuuuu! "
Bila sakit, orang paling risau adalah......... ibu
Bila aku ingin bepergian, orang paling sibuk juga......... ibu
Bila buat masalah, yang lebih dulu memarahi aku......... ibu
Bila aku ada masalah, yang paling risau......... ibu
Yang masih peluk dan cium aku sampai hari ni......... ibu
Yang selalu masak makanan kegemaranku......... ibu
Kalau pulang ke kampung, yang selalu member bekal......... ibu
Yang selalu menyimpan dan merapihkan barang-barang aku......... ibu
Yang selalu berkirim surat dengan aku......... ibu
Yang selalu memuji aku......... ibu
Yang selalu menasihati aku......... ibu
Bila ingin menikah... Orang pertama aku datangi dan minta persetujuan......... ibu
Aku ada pasangan hidup sendiri.........
Bila senang, aku cari......... pasanganku
Bila sedih, aku cari......... ibu
Bila mendapat keberhasilan, aku ceritakan pada......... pasanganku
Bila gagal, aku ceritakan pada......... ibu
Bila bahagia, aku peluk erat......... pasanganku
Bila berduka, aku peluk erat......... ibuku
Bila ingin berlibur, aku bawa......... pasanganku
Bila sibuk, aku antar anak ke rumah......... ibu
Bila sambut valentine......... Aku beri hadiah pada pasanganku
Bila sambut hari ibu......... Aku cuma dapat ucapkan "Selamat Hari Ibu"
Selalu......... aku ingat pasanganku
Selalu......... ibu ingat aku
Setiap saat......... aku akan telepon pasanganku
Entah kapan......... aku ingin telepon ibu
Selalu......... aku belikan hadiah untuk pasanganku
Entah kapan......... aku ingin belikan hadiah untuk ibu
Kalau kamu sudah selesai belajar dan berkerja......... masih ingatkah kamu pada ibu?
tidak banyak yang ibu inginkan......... hanya dengan menyapa "Bu..." pun cukuplah
Berderai air mata jika mendengarnya.........
Tapi kalau ibu sudah tiada..........
IBUUUU...RINDU IBU.... RINDU SEKALI....
Berapa banyak yang sanggup menyuapi ibunya.........
Berapa banyak yang sanggup mencuci muntah ibunya.........
Berapa banyak yang sanggup menggantikan alas tidur ibunya.........
Berapa banyak yang sanggup membersihkan najis ibunya.........
Berapa banyak yang sanggup berhenti kerja untuk menjaga ibunya.........
dan akhir sekali berapa banyak yang men-SHOLAT-kan JENAZAH ibunya.........
Alkisah, pada suatu hari......... seorang anak menemui ibunya yang sedang sibuk menyediakan makan malam di dapur.
Anak itu lalu menghulurkan selembar kertas yang bertuliskan sesuatu.
Si ibu segera melap tangannya dan menyambut kertas yang dihulurkan oleh si anak lalu membacanya.........
Upah membantu ibu:
1) Membantu pergi belanja : Rp 4.000,-
2) Membantu jaga adik : Rp 4.000,-
3) Membantu buang sampah : Rp 1.000,-
4) Membantu membereskan tempat tidur : Rp 2.000,-
5) Membantu siram bunga : Rp 3.000,-
6) Membantu sapu sampah : Rp 3.000,-
Jumlah : Rp 17.000,-
Selesai membaca, si ibu tersenyum memandang si anak, kemudian si ibu mengambil pensil dan menulis sesuatu di belakang kertas yang sama.........
1) Biaya mengandung selama 9 bulan - GRATIS
2) Biaya tidak tidur karena menjagamu - GRATIS
3) Biaya air mata yang menitik karenamu - GRATIS
4) Biaya gelisah karena mengkhawatirkanmu - GRATIS
5) Biaya menyediakan makan, minum, pakaian, dan keperluanmu -GRATIS
Jumlah Keseluruhan Nilai Kasihku - GRATIS
Air mata si anak berlinang setelah membaca apa yang dituliskan oleh si ibu.
Si anak menatap wajah ibu, memeluknya dan berkata.........
"Saya Sayang Ibu"
Kemudian si anak mengambil pensil dan menulis.........
"Telah dibayar Lunas"
"... I ... LOVE ... YOU ... BU ... "
Islam & Politik
Islam & Politik
Mendefinisikan politik Islam dengan term politik sekarang malah akan membawa kepada kekaburan pengertian politik yang diambil oleh Islam. Secara bahasa pun, Islam mengambil term Arab Siyasah yang berarti pengaturan urusan umat, bukan pengertian politik saat ini yang menekankan kepada kekuasaan. Maka wajar saja jika umat Islam yang ingin menjaga kemurnian ajarannya menolak politik yang sekarang diterapkan oleh negeri ini juga oleh parpol-parpol Islam. Kekhawatiran menjadikan agama sebagai tameng dalam meraih kekuasaan politik akhirnya menjadi kenyataan. Alih-alih ingin menerapkan syariah Islam melalui jalur politik, namun yang diambil adalah politik dalam term sekuler mengakibatkan dirinya terjerumus dalam kekacauannya.
Perbedaan penekanan dalam penggunaan istilah antara politik dan siyasah, bukan berarti harus ada penggantian dari kata politik dengan kata siyasah. Karena secara subtansi pengertian keduanya diambil dari realitas aktivitas politik yang sebenarnya, yaitu pengaturan urusan umat baik di dalam ataupun di luar negeri. Perbedaannya hanyalah dari sisi penggunaan aturan dan hukum yang berbeda sesuai dengan ideologinya. Kemudian, terkait dengan peran Negara dan umat/ rakyat dalam politik Islam, lalu bagaimana pengaturan politik dalam negeri dan luar negeri ???
Prinsip-prinsip politik yang tertuang dalam Al Qur’an dan Al Hadist merupakan dasar politik islam yang harus diaplikasikan kedalam system yang ada. Diantaranya prinsip-prinsip politik islam tersebut:
1. Keharusam mewujudkan persatuan dan kesatuan umat (Al Mu’min:52).
2. Keharusan menyelesaikan masalah ijtihadnya dengan damai (Al Syura:38 dan Ali Imran:159)
3. Ketetapan menunaikan amanat dan melaksanakan hukum secara adil (Al Nisa:58)
4. Kewajiban menaati Allah dan Rosulullah serta ulil amr (Al Nisa:59)
5. Kewajiban mendamaikan konflik dalam masyarakat islam (Al Hujarat:9)
6. Kewajiban mempertahankan kedaulatan negara dan larangan agresi (Al Baqarah:190)
7. Kewajiban mementingkan perdamain dari pada permusuhan (Al Anfal:61)
8. Keharusan meningkatkan kewaspadaan dalam pertahanan dan keamanan (Al Anfal:60)
9. Keharusan menepati janji (An Nahl:91)
10. Keharusan mengutamakan perdamaian diantara bangsa-bangsa (Al Hujarat:13)
11. Keharusan peredaran harta keseluruh masyarakat (Al Hasyr:7)
12. Keharusan mengikuti pelaksanaan hukum.
"Islam bukanlah semata agama (a religion), Namun ia juga merupakan sebuah sistem politik (a political system). Meskipun pada dekade-dekade terakhir ada beberapa kalangan dari umat Islam, yang mengklaim diri mereka sebagai kalangan 'modernis', yang berusaha memisahkan kedua sisi itu, namun seluruh gugusan pemikiran Islam dibangun di atas fundamental bahwa kedua sisi itu saling bergandengan dengan selaras, yang tidak dapat dapat dipisahkan satu sama lain".
Dalam Islam, siyasah (politik) tidak bisa dipisahkan dari din (agama), dan agama tidak bisa dipisahkan dari politik.
Ketika politik dipisahkan dari din maka jadilah ia politik setan (siyasah syaitonah), politik yang tidak mengindahkan nilai-nilai kebenaran dan politik yang ditujukan bukan untuk kemaslahatan umat manusia.
Sebaliknya ketika din dipisahkan dari siyasah (politik), maka lahirlah din yang tampil secara feminim serta sangat terbatas dan hanya akan ada di masjid-masjid dan mushola serta di tempat berkontemplasinya para sufi.
Jumat, 11 Januari 2013
PENGURUS FORUM KOMUNIKASI DINIYAH TAKMILIYAH (FKDT)
PENGURUS FORUM KOMUNIKASI DINIYAH TAKMILIYAH (FKDT)
KECAMATAN PADAHERANG
MASA BAKTI 2010-2015
RANGKAIAN KGIATAN MUHARRAM 1434 H.
STAINU (Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama)
PONDOK PESANTREN RIYADUSSALIKIN & STAINU
Pesantren Riyadussalikin lahir untuk mewujudkan tatanan
masyarakat yang memiliki moralitas kuat menuju kapasitas intelektual yang shaleh/shalehah demi mengestafetkan ajaran Rasulullah SAW. Pesantren yang berlokasi di Jl. Paledah RT/RW 020/005 Dusun Patinggen II Desa Karangpawitan Kecamatan Padaherang Kabupaten Ciamis ini didirikan pada Tahun 1983 M./1403 H.
Pesantren Riyadussalikin didirikan oleh KH. Drs. Masruh Haeruman (Alm) beserta istrinya Hj. Siti Hasyaroh. Pendirian pesantren itu terinspirasi oleh keinginan masyarakat yang mendambakan adanya lembaga pendidikan sebagai pilar masyarakat.
KH. Drs. Masruh Haeruman sebagai Pengasuh Pertama Pondok Pesantren Riyadussalikin selama 20 tahun terus mengembangkan pesantren yang didirikannya. KH. Masruh menata Pondok Pesantren Riyadussalikin sesuai perkembangan zaman dan dinamika yang menghiasinya.
KH. Masruh wafat pada tanggal 4 Desember 2003 M./ 10 Syawal 1424 H. Setelah itu, tanggung jawab penuh pengelolaan Pondok Pesantren Riyadussalikin dilanjutkan oleh putra pertama KH. Masruh yaitu Kyai Luthfi Fauzi, S.HI., MM. sampai sekarang.
Dalam perjalanannya, cita-cita luhur masyarakat untuk menjadikan pesantren sebagai pilar moral tidak lagi menjadi komitmen bersama. Hal itu, seiring dengan bergesernya nilai-nilai filosofis dan kemanusiaan dalam pendidikan yang menjadi landasan suci. Saat ini, lembaga pendidikan bergeser pada komersialisasi pendidikan, biaya yang mahal dan pembelajaran yang terbatas.
“Merespon kondisi seperti itu, Pontren Riyadussalikin mengembalikan pendidikan ke-basisnya yaitu melestarikan ke-khasan pondok pesantren secara alamiah sesuai dengan ekonomi, sosial, budaya, tradisi dan nilai-nilai religius yang menjadi ikatan bathin, jiwa dan sumber-sumber hidup masyarakat. Meski secara normatif pesantren menghadapi dilema, antara keharusan mempertahankan jati dirinya dengan kebutuhan menyerap budaya baru yang datang dari luar pesantren,” ujar Kyai Luthfi beberapa waktu lalu di kediamannya.
Saat ini, Pesantren Riyadussalikin membuka Program Pendidikan Diniyah Takmiliyah Awaliyah (DTA), Diniyah Takmiliyah Wustho (DTW), Santri Takhosus, Wajar Dikdas Salafiyah, Kesetaraan Paket C, Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU)
dan Majlis Taklim.
“Sementara itu, kegiatan ekstrakulikuler yang kami buka yaitu Pembinaan MTQ, Pembinaan Bahasa Arab & Inggris, Pembinaan Daíwah / Orasi, Sanggar Teather, Majalah Forum Komunikasi dan Intelektual Santri (FOKUS MAGAZINE), IMSAR ULUL ALBAB, Qosidah Rebana / Modern, Pembinaan Organisasi, Olahraga, Pelatihan-pelatihan Kejuruan dan Pelatihan Satuan Santri Bela Negara (SASBALAN),” ujar Kyai Luthfi.
Adapun sarana fisik yang tersedia, dikatakan Kyai Luthfi yakni Asrama putra dan putri permanen, Mesjid, Perkantoran, Perpustakaan, Ruang Pertemuan (Aula), Ruang Belajar, Ruang Kesenian, MCK Memadai, Waserda, Kantin dan DPU (Dapur Umum). ***
Tumbuhkan
Jiwa Enterpreneur
Pesantren sebagai pusat pendidikan agama islam dan pencetak kaum ulama harus diberdayakan. Hal ini, mewajibkan para kyai, pimpinan pesantren memiliki jiwa enterpreneur (kewirausahaan).
Mengingat akan hal itu, Kyai Luthfi Fauzi yang juga merupakan Ketua Forum Komunikasi Kyai dan Cendikiawan Muda Ciamis (FKKCMC) seringkali menggelar kegiatan yang membangun kesadaran para kyai agar mampu bersaing di tengah-tengah ketatnya persaingan dunia usaha. Kyai Luthfi kerap menggelar seminar yang menghadirkan narasumber kompeten baik para ahli, lembaga terkait dan praktisi usaha khususnya bidang pertanian.
“Wilayah Kabupaten Ciamis memiliki potensi besar untuk pengembangan agribisnis (pertanian). Oleh karena itu, pesantren pun, khususnya para kyai dan cendikian muda harus memberikan contoh yang baik kepada masyarakat dalam mengelola potensi pertanian,” ujar Kyai Lutfi dalam seminar tentang pertanian beberapa waktu lalu.
Sebelum memberdayakan masyarakat secara umum, menurut Kyai Lutfi,
pesantren harus menjadi
inisiator dan menjadi pusat pengembangan pertanian. Menurutnya, sudah saatnya pesantren memberi warna baru di tengah-tengah masyarakat. Misalnya, mengelola pertanian dengan teknologi modern dan manajeman profesional. (Feri Kartono/KP)
Kamis, 02 Juni 2011
Sabtu, 05 Februari 2011
Dawuh Pengasuh
Keistimewaan Bulan Ramadhan dan Doa-doa Pilihan
Bulan Ramadhan memiliki keutamaan dan keistimewaan yang besar. Semua amal soleh yang dilakukan pada bulan ini akan mendapat balasan lebih banyak dan lebih baik. Oleh karena itu kita sangat dianjurkan untuk memperbanyak amal kebajikan dan meninggalkan kemaksiatan. Diantara keutamaan dan keistimewaan bulan Ramadhan tersebut, disebutkan dalam beberapa riwayat:
1. Ramadhan adalah bulan penuh berkah, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan pun dibelenggu. Pada bulan Ramadhan terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Rasulullah SAW bersabda:
قَدْ جَاءَكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌمُبَارَكٌ افْتَرَضَ اللهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ تُفْتَحُ فَيْهِ أبْوَابُ الْجَنَّةِ وَيُغْلَقُ فَيْهِ أبْوَابُ الْجَحِيْمِ وَتُغَلًّ فَيْهَ الشَّيَاطَيْنُ فَيْهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ ألْفِ شَهْرٍ
Telah datang Bulan Ramadhan, bulan penuh berkah, maka Allah mewajibkan kalian untuk berpuasa pada bulan itu, saat itu pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, para setan diikat dan pada bulan itu pula terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. (HR. Ahmad)
2. Allah SWT membebaskan penghuni neraka pada setiap malam bulan Ramadhan. Rasulullah SAW bersabda:
إذَا كَانَ أوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِرَمَضَانَ صُفِّدَتْ الشَّيَاطِيْنُ وَمَرَدَةُ الْجِنِّ وَغُلِّقَتْ أبْوَابُ النَّارِ فَلَمْ يُفْتَحْ مِنْهَا بَابٌ وَفُتِّحَتْ أبْوَابُ الجَنَّةِ فَلَمْ يُغْلَقْ مِنْهَا بَابٌ وَيُنَادِيْ مُنَادٍ يَا بَاغِيَ الْخَيْرِ وَيَا بَاغِيَ الشَّرِّ أقْصِرْ وَلِلَّهِ عُتَقَاءُ مِنَ النَّارِ وَذَلِكَ كُلُّ لَيْلَةٍ
Jika awal Ramadhan tiba, maka setan-¬setan dan jin dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup, tidak ada satu pintu pun yang dibuka. Sedangkan pintu-pintu surga dibuka, dan tidak satu pintu pun yang ditutup. Lalu ada seruan (pada bulan Ramadhan); Wahai orang yang menginginkan kebaikan, datanglah. Wahai orang yang ingin kejahatan, tahanlah dirimu. Pada setiap malam Allah SWT memiliki orang-orang yang dibebaskan dari neraka. (HR Tirmidzi)
3. Puasa bulan Ramadhan adalah sebagai penebus dosa hingga datangnya bulan Ramadhan berikutya. Rasulullah SAW bersabda:
اَلصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمْعَةُ إلَى الْجُمْعَةِ وَرَمَضَاُن إلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاةٌ مَا بَيْنَهُنَّ إذَاجْتَنَبَ اْلكَبَائِرَ
Jarak antara shalat lima waktu, shalat jum’at dengan jum’at berikutnya dan puasa Ramadhan dengan Ramadhan berikutnya merupakan penebus dosa-¬dosa yang ada diantaranya, apabila tidak melakukan dosa besar. (HR Muslim)
4. Puasa Ramadhan bisa menebus dosa-dosa yang telah lewat, dengan syarat puasanya ikhlas. Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إيْمَا نًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Barangsiapa berpuasa dibulan Ramadhan karena Iman dan mengharap pahala dari Allah maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (HR Bukhari dan Muslim)
5. Barangsiapa memberi buka orang yang puasa maka mendapat pahala sebanyak pahala orang puasa tersebut.
مَنْ فَطَرَ صَائِمًا كُتِبَ لَهُ مِثْلُ أجْرِ الصَّا ئِمِ لَا يَنْقُصَ مِنْ أجْرِ الصَّائِمِ شَيْئٌ
Barangsiapa memberi perbukaan (makanan atau minuman) kepada orang yang berpuasa, maka dia akan mendapat pahala seperti pahala orang yang berpuasa itu, tanpa mengurangi sedikitpun pahala orang yang berpuasa tersebut. (HR Ahmad)
6. Sedekah yang paling baik adalah pada bulan Ramadhan.
أيُّ الصَّدَقَةِ أفْضَلُ؟ قَالَ صَدَقَةٌ فَيْ رَمَضَانَ
Rasulullah SAW pemah ditanya; Sedekah apakah yang paling mulia? Beliau menjawab: “Yaitu sedekah dibulan Ramadhan.” (HR Tirmidzi)
7. Orang yang banyak beribadah (menghidupkan) bulan Ramadhan, maka dosa-¬dosanya diampuni oleh Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إيْمَا نًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Barangsiapa beribadah (menghidupkan) bulan Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR Bukhari dan Muslim)
8. Doa orang yang berpuasa adalah mustajab Rasulullah SAW bersabda:
ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٍ ؛دَعْوَةُ الصَّائِمِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُوْمِ
Ada tiga macam doa yang mustajab, yaitu doa orang yang sedang puasa, doa musafir dan doa orang yang teraniaya. (HR Baihaqi)
9. Puasa dan ِAl-Qur’an yang dibaca pada malam Ramadhan akan memberi syafaat kepada orang yang mengerjakannya kelak dihari kiamat. Rasulullah SAW bersabda:
اَلصُّيَامُ وَاْلقُرْآنُ يَشْفَعَانِ لِلْعَبْدِ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ يَقُوْلُ اَلصِّيَامُ أيْ رَبِّ مَنَعْتُهُُ الطَّعَامَ وَالشَّهَوَاتَ بِالنَّهَارِ فَشَفِّعْنِى فَيْهِ وَيَقُوْلُ اْلقُرْآنُ مَنَعْتُهُ النَّوْمَ بِالَّيْلِ فَشَفِّعْنِي فِيْهِ قَالَ فَيُشَفِّعَانِ
Puasa dan Al-Qur’an akan memberikan syafaat seorang hamba pada hari kiamat. Puasa berkata: “Ya Rabbi, aku mencegahnya dari makan dan minum di siang hari”, ِAl-Qur’ an juga berkata: “Aku mencegahnya dari tidur dimalam hari, maka kami mohon syafaat buat dia.” Beliau bersabda: “Maka keduanya dibolehkan memberi syafaat.” (HR Ahmad)
10. Orang yang melaksanakan Umrah pada bulan Ramadhan maka mendapat pahala seperti melakukan Haji. Rasulullah SAW bersabda:
فَإِنَّ عُمْرَةَ فِيْ رَمَضَانَ حَجَّةٌ
Sesungguhnya umrah dibulan Ramadhan sama dengan pahala haji. (HR Bukhari)
Doa-Doa Bulan Ramadhan
Bulan Ramadhan adalah bulan mulia, penuh berkah dan mustajab, maka kita sangat dianjurkan banyak berdoa. Diantara doa-doa penting dibaca pada bulan Ramadhan adalah:
1. Doa Bulan Rajab dan Sya'ban Menyambut Ramadhan:
اَللَّهُمَّ باَرِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْناَ رَمَضَانَ
"Ya Allah, berkahilah kami dibulan Rajab dan Sya'ban dan pertemukan kami dengan bulan Ramadhan." (HR Ahmad)
2. Doa Lailatul Qadr:
اَللَّهُمَّ إنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيْمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فاَعْفُ عَنَّا
Ya Allah, Sesungguhnya Engkau Dzat Maha Pengampun lagi Maha Pemurah, senang pada ampunan, maka ampunilah kami, wahai Dzat yang Maha Pemurah. (HR Tirmidzi)
3. Doa Shalat Witir:
سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّْوْسِ
Maha Suci Engkau penguasa yang memiliki kesucian. (HR Nasai)
سُبُّوْحٌ قُدُّْوْسٌ رَبُّنَا وَرَبُّ الْمَلائِكَةِ وَالرُّوْحِ
Maha Suci Engkau Dzat yang memiliki kesucian, Tuhannya para Malaikat dan Ruh. (HR Daruquthni)
4. Menjelang Berbuka Sebaiknya Membaca doa:
أشْهَدُ أنْ لاَإلَهَ إلاَّ اللهُ أسْتَغْفِرُ اللهُ أسْألُكَ رِضَاكَ وَالْجَنَّةَ وَنَعُوْذُ بِكَ مِنَ النَّارِ
Saya bersaksi tidak ada Tuhan Selain Allah, Saya mohon ampun kepada Allah, Saya mohon Ridha-Mu, Surga¬Mu dan selamatkanlah saya dari neraka." Mu dan selamatkanlah saya dari neraka.
5. Doa Buka Puasa
اَللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أفْطَرْتُ ذَهَبَ الظَّمَاءُ وَابْتَلَّتْ العُرُوْقُ وَثَبَتَ اْلأجْرُ إنْ شَاءَ اللهُ
Ya Allah, Aku berpuasa hanya untuk-¬Mu dan dengan rizki-Mu aku berbuka. Hilanglah rasa haus, tenggorakan menjadz basah, semoga pahala ditetapkan, insya Allah." (HR Abu Dawud)
6. Jika Berbuka di Tempat Saudara dianjurkan mengucapkan:
أفْطَرَ عِنْدَكُمْ الصَّائِمُوْنَ وَأَكَلَ طَعَامَكُمْ اْلأبْرَارَ وَصَلَّتْ عَلَيْكُمْ الْمَلاَئْكَةُ
Telah berbuka di tempatmu orang-orang yang puasa. Orang-orang baik memakan makanan kalian, dan para malaikat mendoakan kalian." (HR Abu Dawud)
Bulan Ramadhan memiliki keutamaan dan keistimewaan yang besar. Semua amal soleh yang dilakukan pada bulan ini akan mendapat balasan lebih banyak dan lebih baik. Oleh karena itu kita sangat dianjurkan untuk memperbanyak amal kebajikan dan meninggalkan kemaksiatan. Diantara keutamaan dan keistimewaan bulan Ramadhan tersebut, disebutkan dalam beberapa riwayat:
1. Ramadhan adalah bulan penuh berkah, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan pun dibelenggu. Pada bulan Ramadhan terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Rasulullah SAW bersabda:
قَدْ جَاءَكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌمُبَارَكٌ افْتَرَضَ اللهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ تُفْتَحُ فَيْهِ أبْوَابُ الْجَنَّةِ وَيُغْلَقُ فَيْهِ أبْوَابُ الْجَحِيْمِ وَتُغَلًّ فَيْهَ الشَّيَاطَيْنُ فَيْهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ ألْفِ شَهْرٍ
Telah datang Bulan Ramadhan, bulan penuh berkah, maka Allah mewajibkan kalian untuk berpuasa pada bulan itu, saat itu pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, para setan diikat dan pada bulan itu pula terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. (HR. Ahmad)
2. Allah SWT membebaskan penghuni neraka pada setiap malam bulan Ramadhan. Rasulullah SAW bersabda:
إذَا كَانَ أوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِرَمَضَانَ صُفِّدَتْ الشَّيَاطِيْنُ وَمَرَدَةُ الْجِنِّ وَغُلِّقَتْ أبْوَابُ النَّارِ فَلَمْ يُفْتَحْ مِنْهَا بَابٌ وَفُتِّحَتْ أبْوَابُ الجَنَّةِ فَلَمْ يُغْلَقْ مِنْهَا بَابٌ وَيُنَادِيْ مُنَادٍ يَا بَاغِيَ الْخَيْرِ وَيَا بَاغِيَ الشَّرِّ أقْصِرْ وَلِلَّهِ عُتَقَاءُ مِنَ النَّارِ وَذَلِكَ كُلُّ لَيْلَةٍ
Jika awal Ramadhan tiba, maka setan-¬setan dan jin dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup, tidak ada satu pintu pun yang dibuka. Sedangkan pintu-pintu surga dibuka, dan tidak satu pintu pun yang ditutup. Lalu ada seruan (pada bulan Ramadhan); Wahai orang yang menginginkan kebaikan, datanglah. Wahai orang yang ingin kejahatan, tahanlah dirimu. Pada setiap malam Allah SWT memiliki orang-orang yang dibebaskan dari neraka. (HR Tirmidzi)
3. Puasa bulan Ramadhan adalah sebagai penebus dosa hingga datangnya bulan Ramadhan berikutya. Rasulullah SAW bersabda:
اَلصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمْعَةُ إلَى الْجُمْعَةِ وَرَمَضَاُن إلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاةٌ مَا بَيْنَهُنَّ إذَاجْتَنَبَ اْلكَبَائِرَ
Jarak antara shalat lima waktu, shalat jum’at dengan jum’at berikutnya dan puasa Ramadhan dengan Ramadhan berikutnya merupakan penebus dosa-¬dosa yang ada diantaranya, apabila tidak melakukan dosa besar. (HR Muslim)
4. Puasa Ramadhan bisa menebus dosa-dosa yang telah lewat, dengan syarat puasanya ikhlas. Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إيْمَا نًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Barangsiapa berpuasa dibulan Ramadhan karena Iman dan mengharap pahala dari Allah maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (HR Bukhari dan Muslim)
5. Barangsiapa memberi buka orang yang puasa maka mendapat pahala sebanyak pahala orang puasa tersebut.
مَنْ فَطَرَ صَائِمًا كُتِبَ لَهُ مِثْلُ أجْرِ الصَّا ئِمِ لَا يَنْقُصَ مِنْ أجْرِ الصَّائِمِ شَيْئٌ
Barangsiapa memberi perbukaan (makanan atau minuman) kepada orang yang berpuasa, maka dia akan mendapat pahala seperti pahala orang yang berpuasa itu, tanpa mengurangi sedikitpun pahala orang yang berpuasa tersebut. (HR Ahmad)
6. Sedekah yang paling baik adalah pada bulan Ramadhan.
أيُّ الصَّدَقَةِ أفْضَلُ؟ قَالَ صَدَقَةٌ فَيْ رَمَضَانَ
Rasulullah SAW pemah ditanya; Sedekah apakah yang paling mulia? Beliau menjawab: “Yaitu sedekah dibulan Ramadhan.” (HR Tirmidzi)
7. Orang yang banyak beribadah (menghidupkan) bulan Ramadhan, maka dosa-¬dosanya diampuni oleh Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إيْمَا نًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Barangsiapa beribadah (menghidupkan) bulan Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR Bukhari dan Muslim)
8. Doa orang yang berpuasa adalah mustajab Rasulullah SAW bersabda:
ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٍ ؛دَعْوَةُ الصَّائِمِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُوْمِ
Ada tiga macam doa yang mustajab, yaitu doa orang yang sedang puasa, doa musafir dan doa orang yang teraniaya. (HR Baihaqi)
9. Puasa dan ِAl-Qur’an yang dibaca pada malam Ramadhan akan memberi syafaat kepada orang yang mengerjakannya kelak dihari kiamat. Rasulullah SAW bersabda:
اَلصُّيَامُ وَاْلقُرْآنُ يَشْفَعَانِ لِلْعَبْدِ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ يَقُوْلُ اَلصِّيَامُ أيْ رَبِّ مَنَعْتُهُُ الطَّعَامَ وَالشَّهَوَاتَ بِالنَّهَارِ فَشَفِّعْنِى فَيْهِ وَيَقُوْلُ اْلقُرْآنُ مَنَعْتُهُ النَّوْمَ بِالَّيْلِ فَشَفِّعْنِي فِيْهِ قَالَ فَيُشَفِّعَانِ
Puasa dan Al-Qur’an akan memberikan syafaat seorang hamba pada hari kiamat. Puasa berkata: “Ya Rabbi, aku mencegahnya dari makan dan minum di siang hari”, ِAl-Qur’ an juga berkata: “Aku mencegahnya dari tidur dimalam hari, maka kami mohon syafaat buat dia.” Beliau bersabda: “Maka keduanya dibolehkan memberi syafaat.” (HR Ahmad)
10. Orang yang melaksanakan Umrah pada bulan Ramadhan maka mendapat pahala seperti melakukan Haji. Rasulullah SAW bersabda:
فَإِنَّ عُمْرَةَ فِيْ رَمَضَانَ حَجَّةٌ
Sesungguhnya umrah dibulan Ramadhan sama dengan pahala haji. (HR Bukhari)
Doa-Doa Bulan Ramadhan
Bulan Ramadhan adalah bulan mulia, penuh berkah dan mustajab, maka kita sangat dianjurkan banyak berdoa. Diantara doa-doa penting dibaca pada bulan Ramadhan adalah:
1. Doa Bulan Rajab dan Sya'ban Menyambut Ramadhan:
اَللَّهُمَّ باَرِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْناَ رَمَضَانَ
"Ya Allah, berkahilah kami dibulan Rajab dan Sya'ban dan pertemukan kami dengan bulan Ramadhan." (HR Ahmad)
2. Doa Lailatul Qadr:
اَللَّهُمَّ إنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيْمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فاَعْفُ عَنَّا
Ya Allah, Sesungguhnya Engkau Dzat Maha Pengampun lagi Maha Pemurah, senang pada ampunan, maka ampunilah kami, wahai Dzat yang Maha Pemurah. (HR Tirmidzi)
3. Doa Shalat Witir:
سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّْوْسِ
Maha Suci Engkau penguasa yang memiliki kesucian. (HR Nasai)
سُبُّوْحٌ قُدُّْوْسٌ رَبُّنَا وَرَبُّ الْمَلائِكَةِ وَالرُّوْحِ
Maha Suci Engkau Dzat yang memiliki kesucian, Tuhannya para Malaikat dan Ruh. (HR Daruquthni)
4. Menjelang Berbuka Sebaiknya Membaca doa:
أشْهَدُ أنْ لاَإلَهَ إلاَّ اللهُ أسْتَغْفِرُ اللهُ أسْألُكَ رِضَاكَ وَالْجَنَّةَ وَنَعُوْذُ بِكَ مِنَ النَّارِ
Saya bersaksi tidak ada Tuhan Selain Allah, Saya mohon ampun kepada Allah, Saya mohon Ridha-Mu, Surga¬Mu dan selamatkanlah saya dari neraka." Mu dan selamatkanlah saya dari neraka.
5. Doa Buka Puasa
اَللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أفْطَرْتُ ذَهَبَ الظَّمَاءُ وَابْتَلَّتْ العُرُوْقُ وَثَبَتَ اْلأجْرُ إنْ شَاءَ اللهُ
Ya Allah, Aku berpuasa hanya untuk-¬Mu dan dengan rizki-Mu aku berbuka. Hilanglah rasa haus, tenggorakan menjadz basah, semoga pahala ditetapkan, insya Allah." (HR Abu Dawud)
6. Jika Berbuka di Tempat Saudara dianjurkan mengucapkan:
أفْطَرَ عِنْدَكُمْ الصَّائِمُوْنَ وَأَكَلَ طَعَامَكُمْ اْلأبْرَارَ وَصَلَّتْ عَلَيْكُمْ الْمَلاَئْكَةُ
Telah berbuka di tempatmu orang-orang yang puasa. Orang-orang baik memakan makanan kalian, dan para malaikat mendoakan kalian." (HR Abu Dawud)
Rabu, 02 Februari 2011
Puisi Perjuangan Pondok Pesantren Riyadussalikin
Kenangan ringkas riwayatmu
Gemilangmu diawali ratapan tangis
Hidupmu terhempit tebing berduri runcing
Kau terlintang belitan rantai berapi
Kau terlingkar senjata berduri
Caci olok mereka kau telan sendiri
Riyadussalikin dikala itu
Hanya tsbih senjatamu
Tapi ! kau mampu ......................
Kau mampu menerjang benteng-
Bercuram duri
Riyadussalikin ! ........... kian berubah
Kini kau berubah
Olok caci silam menghilang
Kau terobos aral yang melintang
Hingga kini kau mengetuk pintu hati
Kau datang menempa jiwaku .........jiwa kami
Sinarmu terpancar ........ harummu mewangi
Cahayamu seusai gelap berlalu
Bersyukurlah ! ...............
Riyadussalikin
Karya : syahidan
Sejarah Pondok Pesantren Riyadussalikin
K.H. Drs MASRUH HAERUMAN, pendiri sekaligus Pengasuh Pertama Pondok Pesantren Riyadussalikin selama 20 tahun membawa dan menata Pondok Pesantren Riyadussalikin sesuai tuntutan dinamika yang menggejala. Setelah wafat pada tanggal 4 Desember 2003 M./ 10 Syawal 1424 H. Pengasuh Pondok Pesantren Riyadussalikin dilanjutkan oleh putra pertama yaitu : Ky. LUTHFI FAUZI, S.HI., MM. sampai sekarang.
PROGRAM
1. Pendidikan Pondok Pesantren
2. Pendidikan santri Takhashshus
3. Diniyah Takmiliyah Awaliyah, Wustho dan Ulya
4. Pengajian Majelis Taklim
5. Pengembangan Minat Bakat dan Keahlian
6. Biro Pers dan Penerbitan
7. Program Pengembangan Agrobisnis
8. Wajar Dikdas 9 tahun
9. PKBM
10. TBM (Taman Bacaan Masyarakat) Perpustakaan
11. Pelatihan Keterampilan
12. Pengabdian Masyarakat
13. STAINU (Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama)
SUMBER DAYA MANUSIA (SDM)
1. 20 orang staf pengajar yang berasal dari Alumni Pondok Pesantren Riyadussalikin terkoordinasi dalam Dewan Guru Pondok Pesantren Riyadussalikin
2. 10 orang Tim Riset dan Pengembangan (Research and Development) Pondok Pesantren Riyadussalikin
SARANA FISIK
1. Rumah Keluarga dan 8 rumah Dewan Guru Pondok Pesantren Riyadussalikin
2. 14 Ruang Belajar
3. Masjid
4. Aula
5. Dapur Umum
6. MCK
7. Sarana Olahraga
8. Ruang Perpustakaan
9. Ruang Computer
Langganan:
Postingan (Atom)








